USD JPY Melemah Meskipun Investasi Bisnis Jepang Turun

Sen, Nov 16, 2015
Yen Terapresiasi

Anomali kedua yang terjadi setelah terjadi kenaikan harga emas dunia hari ini, yaitu nilai tukar USD terhadap JPY yang melemah. Padahal perekonomian negara Jepang sedang mengalami kontraksi di kuartal ketiga karena menurunnya investasi bisnis Jepang. Negara Sakura mengalami hal kedua ke jurang resesi sejak Shinzo Abe menjadi Perdana Menteri Jepang di bulan Desember 2012.

Dilaporkan jika PDB atau Pertumbuhan Domestik Bruto tahunan negara Jepang mengalami penurunan sebesar 0,8% pada kuartal ketiga pada hari Senin tanggal 16 November 2015 ini, disusul revisi penurunan sebesar 0,7% pada kuartal kedua, sesuai dengan analisis para pelakuk pasar jika Jepang akan kembali mengalami resesi. Diperkirakan terjadi penurunan PDB sampai 0,2% Para ekonom telah mengestimasi penurunan GDP hingga 0.2% pada kuartal ketiga.

Lemahnya investasi serta penyusutan invetaris bisnis membuat pertumbuhan ekonomi Jepang ke area kontraksi. Ditambah lagi dengan perlambatan pertumbuhan di negara China, serta melemahnya outlook perekonomian negara Jepang. Akibatnya perusahaan di Jepang menjadi sangat berhati-hati dalam perhitungan anggaran serta produksi.

Akibatnya, tekanan akan dirasakan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe serta Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda untuk memberikan kebijakan fiskal maupun stimulus moneter.

Anehnya walaupun PDB menurun 0,19% ke angka 123.37 nilai tukar USD justru melemah terhadap JPY. Hal ini dimungkinkan karena para investor sedang memburu nilai tukar yen sebagai pengaman. Para analisis berpendapat jika Bank Sentral Jepang harus secepatnya bertindak jika ingin mengamankan fundamental Jepang, karena jika harga terus merosot, perekonomian tidak berputar akan sangat tidak baik. Namun pengambilan keputusan untuk memberikan stimulus pun masih belum cukup aman.