Uang Rp 100.000 Raih Desain Terbaik Penghargaan Internasional

Jum, Okt 23, 2015
uang-rp-100000

Terkadang kita sebagai rakyat Indonesia hanya memandang uang rupiah dari jumlah nominalnya saja. Bahkan dalam beberapa kondisi kita sering kali menemukan rupiah dalam kondisi yang buruk, tercoret-coret, sobek, lecek, kotor, dan sebagainya.

Tahukah anda ada faktor lain yang membuat mata uang rupiah patut kita hargai. Desain mata uang rupiah patut kita hargai karena mampu memberikan kebanggaan terhadap rakyat Indonesia karena prestasinya di kancah Internasional. Uang dengan pecahan Rp 100.000 berhasil meraih penghargaan sebagai “The Most Beautifully Design Around The World”, atau salah satu mata uang dengan desain tercantik (terbaik) di seluruh dunia.

Penghargaan ini diterima pada April 2015 lalu dan diberikan secara langsung oleh majalah Times. Dari 9 negara yang masuk dalam nominasi, Indonesia berhasil meraih posisi ke-4 setelah China, Hongkong, dan Nepal.

“Kita harus cinta sama mata uang Rupiah. Karena uang pecahan Rp 100 ribu keluaran tahun 2014 mendapatkan penghargaan salah satu desain terbaik,” ujar Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Siwi Widjayanti, di kantor Perum Peruri, Kamis (22/10).

Siwi pun melanjutkan, dalam penghargaan tersebut, majalah Times sebagai penyelenggara tidak menyebutkan alasan mengapa uang rupiah dengan nominal Rp 100.000 bisa masuk ke dalam kategori mata uang dengan desain terbaik di seluruh dunia.

Ia pun menjelaskan, jika membandingkan uang Rp 100.000 keluaran tahun 2014 dengan yang di keluarkan tahun 2015, terdapat perbedaan yang cukup besar dengan adanya tulisan yang menunjukkan bahwa rupiah merupakan uang milik Indonesia. Dalam uang Rp 100.000 yang baru (keluaran tahun 2015) terdapat tulisan ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’, sedangkan uang Rp 100.000 keluaran tahun 2014 tidak ada.

Selain itu pada uang Rp 100.000 keluaran tahun 2015 terdapat latar belakang berwarna kuning pada gambar Garuda, sedangkan cetakan 2014 tidak ada.

“Yang baru ini kita bisa lihat ada tulisan ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’, dan latar warna kuning yang ada pada gambar Garuda. Kalau pecahan yang cetakan pertama tidak seperti ini,” papar Siwi.