Reza Priyambada: Ini Penyebab Rupiah Loyo Lagi

Sen, Nov 30, 2015
rupiah

Rupiah kembali tertekan di hadapan dollar Amerika Serikat (AS), Senin, 30 November 2015. Faktor eksternal yang cenderung negatif menjadi salah satu pemicu nilai tukar mata uang Garuda menjadi loyo. “Data ekonomi Eropa yang belum membaik dan diikuti negara berkembang lainnya menjadi salah satu faktor tekanan bagi mata uang rupiah,” kata Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia.

Reza menambahkan rencana bank sentral Amerika Serikat (the Fed) yang akan menaikkan suku bunganya pada bulan Desember tahun ini masih membuat sebagian pelaku pasar uang khawatir terhadap aset mata uang berisiko, “Di tengah kekhawatiran itu, pelaku pasar uang akan menempatkan aset-asetnya dalam mata uang ‘safe haven’ untuk menjaga nilai agar tidak tergerus.”

Di sisi lain, lanjut Reza, laju nilai tukar rupiah juga masih dibayangi pelemahan harga komoditas dunia. Penurunan harga komoditas membuat Indonesia kehilangan salah satu sumber yang menopang ekonomi, “Diharapkan harga komoditas segera pulih sehingga turut kembali menopang perekonomian domestik.”

Pagi ini di pasar spot rupiah berada di level Rp 13.833 per dollar AS atau melemah 0,19% dari sebelumnya Rp 13.801 per dollar AS. Sementara itu mengacu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah menyentuh level Rp 13.840 per dollar AS. Dengan kata lain, rupiah melemah 0,68% dari sebelumnya Rp 13.747. (MW)