Rencana Proyek Listrik 35000 MW

Rab, Jul 1, 2015
Pembangkit Listrik Rencana 35000 MW

Rencana proyek listrik 35.000 MW yang digelontorkan oleh Presiden Jokowi, diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar US$ 72,942 Miliar atau hampir setara dengan Rp 1.021 Triliun. Dari keseluruhan investasi tersebut, penggunaaan produk barang dan jasa dalam negeri adalah sebesar US$ 29,2 Miliar atau Rp 408 Triliun.

Dikutip dari pernyataan menteri ESDM Bapak Sudirman Said, “Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari proyek 35.000 MW baik dalam bentuk Engineering Procurement & Construction (EPC) mencapai 40% (empat puluh persen) dari total investasi yang dibutuhkan sebanyak US$ 72,942 miliar. Jadi selama 5 tahun ke depan kita akan kebagian US$ 29,2 miliar,” dalam diskusi Morning Briefing Media bersama Menteri ESDM di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta, pada hari Senin tanggal 7 September 2015.

Dalam diskusi tersebut disebutkan bila investasi 35.000 MW sebesar US$ 72,942 miliar akan dialokasikan untuk membangun:

  • 291 pembangkit listrik
  • 732 jaringan transmisi
  • 1.275 gardu induk
  • 301.300 konduktor alumunium
  • 2.600 set travo
  • Dengan menggunakan 3,5 juta ton baja

Proyek pembangunan 35.000 MW ini membutuhkan 3,5 juta ton baja dan kebutuhan baja tersebut akan didukung penuh oleh BUMN Krakatau Steel atau sering disebut dengan KS. PLN sendiri sudah melakukan kerjasama dengan Krakatau Steel sebagai bentuk persiapan proyek besar ini.

Proyek pembangunan 35.000 MW ini akan menyerap 650.000 tenaga kerja langsung maupun tidak langsung sebesar 3 juta orang. Atau jika ditotalkan mampu menyerap 3,65 juta tenaga kerja yang akan melibatkan kontraktor lokal dalam hal pembebasan lahan maupun tenaga kerja dalam negeri untuk setiap proses pembangunan tersebut.

Sampai akhir tahun diperkirakan listrik yang sudah dapat dioperasikan atau Commercial Operation Date (COD) mencapai angka 5.459 MW, Power Purchase Agreement (PPA) atau Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik mencapai 22.728 MW dan Groundbreaking mencapai 5.990 MW.

Commercial Operation Date (COD) sampai akhir tahun sebesar 5.459 MW tersebut memang bukan berasal dari proyek 35.000 MW, melainkan 7.000 MW yang sudah berjalan dalam tahap konstruksi saat ini.