PTPN VIII Berhenti Ekspor Pisang ke Singapura

Rab, Okt 7, 2015
ekspor pisang

Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII menyatakan telah menghentikan pengiriman buah pisang jenis Mas Kirana ke Singapura dikarenakan PTPN VIII ingin memenuhi tingginya permintaan pisang untuk pasar dalam negeri.

Dadi Sunardi selaku Direktur Utama PTPN VIII mengungkapkan perseroan telah membudidayakan buah pisang Mas Kirana sejak beberapa tahun lalu karena komoditas hortikultura ini mempunyai potensi pasar ekspor besar, terutama di Singapura. “Ekspor yang kita lakukan waktu itu hanya untuk tes pasar karena ada potensi pasar ekspor. Responsnya sangat bagus di Singapura karena ada permintaan di sana,” ungkap Dadi, Rabu (7/10/2015).

Menurut Dadi sejak ekspor pisang Mas Kirana berkembang, pasokan buah pisang berkurang untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Padalah permintaan semakin deras karena masyarakat Indonesia sangat gemar mengonsumsi buah ini. “Permintaan dalam negeri tidak bisa kita penuhi karena stok habis . Permintaannya banyak, jadi sekarang kita tidak ekspor,” tegas Dadi. Tak lama setelah uji pasar ekspor ke Singapura, pisang Mas Kirana sudah masuk ke pasar ritel modern seperti Carrefour, Giant dan supermarket besar lainnya ‎. “Kita tetap akan mengembangkan pisang jenis Mas Kirana,” ungkap Dadi.

Diakui Dadi, perseroan sempat menghadapi tantangan cukup berat dalam menghadapi situasi perekonomian Indonesia belakangan ini. Beruntung meski pendapatan dan laba bersih menurun, PTPN VIII masih bisa menjalankan roda bisnis dengan baik.