Oktober, Ekspor Minyak Sawit ke Amerika Naik 133%

Sel, Nov 10, 2015
ekspor-minyak-sawit

Ekspor minyak sawit untuk industri Tanah Air pada bulan Oktober 2015, meningkat secara drastis dengan adanya permintaan dari beberapa negara.

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), harga rata-rata crude palm oil (CPO) global pada Oktober 2015, terdongkrak naik menjadi US$578,2 per metrik ton atau naik 9,7 persen dibandingkan rata-rata Sepember 2015, di angka US$526,9 metrik ton.

“Ekspor sawit Indonesia terdongkrak oleh permintaan yang signifikan dari beberapa negara seperti Afrika, Amerika, China dan India,” ujar Direktur Eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan di Jakarta, Selasa 10 November 2015.

Menurut Fadhil, pada bulan Oktober, ekspor minyak sawit Indonesia ke negara-negara Afrika mengalami kenaikan yang paling signifikan dibandingkan negara-negara lainnya. Ia menambaahkan kenaikan ekspor minyak sawit ke Afrika mencapai 340 persen.

“Negara-negara Afrika sepanjang Oktober, membukukan impor minyak sawit Indonesia sebanyak 259 ribu ton, atau meningkat 340 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 58,93 ribu ton,” kata Fadhil.

Selain Afrika, kenaikan permintaan ekspor minyak sawit ke Amerika Serikat tercatat mencapai 133 persen menjadi 117,74 ribu ton.

“Bila dibandingkan bulan sebelumnya, di mana permintaan hanya 50,62 ribu ton,” ujarnya.

Fadhil menambahkan, Kenaikan ekspor minyak sawit ke China juga memngalami kenaikan permintaan sebesar 36 persen menjadi 378,97 ribu ton. Di mana pada September, hanya membukukan 278,99 ribu ton.

“Kenaikan permintaan juga dibukukan oleh negara-negara Timur Tengah, yang naik 21 persen dan India naik 11 persen,” ucapnya.

Meskipun beberapa negara mengalami kenaikan permintaan, ekspor minyak sawit untuk negara-negara Asia seperti Bangladesh dan Pakistan malah mengalami penurunan. Fadhil mengatakan, Pakistan mengalami penurunan sebesar 54 persen sedangkan Bangladesh mengalami penurunan sebesar 35 persen.