Joint Venture Pertamina dan Saudi Aramco

Sel, Nov 24, 2015
pertamina

PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang minyak di Cilacap, Jawa Barat. Perjanjian joint venture rencananya akan ditandatangani pada 26 November 2015, dengan proyek pertama meningkatkan kapasitas produksi kilang Cilacap dari 260 ribu barel per hari (Bph) menjadi 360 ribu Bph.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan dalam kesepakatan joint venture tersebut, Pertamina akan memiliki 55 hingga 60 persen saham perusahaan patungan tersebut. Adapun aset Pertamina di kilang Cilacap akan dihitung ke dalam komponen kepemilikan Pertamina. Dwi mengatakan kalau nilai joint venture ini bernilai US$ 5,5 miliar sehingga Pertamina akan menyuntikan modal US$ 3,02 miliar hingga US$ 3,3 miliar ke perusahaan patungan ini.

Dirinya menambahkan, produk yang akan dihasilkan kilang Cilacap nantinya kemungkinan besar berupa bahan bakar minyak (BBM) berkadar oktan 92 (RON 92) mengingat teknologinya sudah bisa mengarah ke sana. Tapi tidak menutup kemungkinan kilang itu akan memproduksi BBM RON 88 jika permintaan pasarnya masih tinggi. Kedua perusahaan sepakat untuk tidak memasuki lini distribusi BBM terlebih dahulu karena tingkat profitabilitasnya lebih rendah dibandingkan kegiatan hulu. Ia menggambarkan, margin usaha berjualan Premium yang kecil telah menurunkan laba Pertamina 42 persen dari US$ 590 juta di kuartal III tahun lalu menjadi US$ 340 juta pada periode yang sama tahun ini.

Untuk mengembangkan proyek ini, Pertamina juga berencana akan mencari dana eksternal mengingat pembiayaan internal perusahaan hanya akan berkontribusi sebesar 40 persen dari total proyek-proyek yang akan dikerjakan Pertamina.