Akhir Bulan, IHSG Anjlok 2,5%

Sen, Nov 30, 2015
ihsg

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini anjlok 2,5% dan kembali ke level 4.400. IHSG anjlok karena banyaknya asli jual jelang penutupan perdagangan.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah sebesar Rp 34. Dolar AS berada di Rp 13.824 jika dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.790.

Pada perdagangan pagi tadi, IHSG turun 0,73% atau 33,152 poin ke level 4.527,408. IHSG mengikuti koreksi pasar saham Asia, terutama jatuhnya pasar saham China memberi sentimen negatif.

Investor asing melepas saham-saham bank kelas berat. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 0,89% atau 40,689 poin ke level 4.519,871. Pada sesi ini IHSG terkena tekanan jual di saham-saham unggulan. IHSG sedikit lagi lengser dari level 4.500.

Aksi jual didominasi investor asing. Indeks pun sama sekali tidak menyentuh teritori positif hari ini, dengan posisi terendahnya di 4.446,458.
Pada perdagangan awal pekan dan akhir bulan ini, Senin (30/11/2015), IHSG ditutup anjlok 2,5% atau 114,102 poin ke level 4.46,458. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,01% atau 31,576 poin ke level 755,462.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,459 triliun di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 229.312 kali dengan volume 8,226 miliar lembar saham senilai Rp 10,453 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 177 turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 4.900 ke Rp 101.900, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 5.475, Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 5.600, dan Bumi Teknolkultura (BTEK) naik Rp 145 ke Rp 1.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.750 ke Rp 36.750, Merck (MERK) turun Rp 1.500 ke Rp 128.500, Indocement (INTP) turun Rp 1.300 ke Rp 18.700, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 1.125 ke Rp 16.950.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan variatif sore ini. Bursa saham China dan Singapura berhasil ditutup menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursao reginal Asia sore ini:

Indeks Straits Times menguat 9,62 poin (0,34%) ke level 2.868,74.
Indeks Nikkei 225 turun 136,47 poin (0,69%) ke level 19.747,47.
Indeks Komposit Shanghai naik 9,10 poin (0,26%) ke level 3.445,40.
Indeks Hang Seng melemah 71,90 poin (0,33%) ke level 21.996,42.