6 Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan – Paket Ekonomi Jilid 3

Kam, Okt 8, 2015
Otoritas Jasa Keuangan

Kemarin dalam paket kebijakan ekonomi jilid III yang diumumkan ada 6 kebijakan otoritas jasa keuangan atau OJK. 6 kebijakan otoritas jasa keuangan tersebut berisikan :

  1. Relaksasi ketentuan persyaratan kegiatan usaha dan penitipan valuta asing dan pengelolaan (trust) bank
  2. Launching skema asuransi pertanian
  3. Revitalisasi industri modal ventura
  4. Pembentukan konsorsium berbasis ekspor dan ekonomi kreatif serta UMKM
  5. Pemberdayaan lembaga pembiayaan ekspor Indonesia
  6. Implementasi One Project Concept terkait kualitas kredit perbankan

Penjelasan 1

Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan, jika ketentuan kegiatan usaha maupun penitipan valuta asing atau valas akan banyak memberikan kemudahan persyaratan, akibatnya banyak bank bisa ikut mengelola dana valas. Istilahnya disebut sebagai bisnis trust alias trustee. Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan relaksasi terhadap persyaratan bank umum maupun kantor cabang bank asing untuk bisnis trustee. Beberapa inisiatif terkait aturan tersebut adalah perubahan seperti jumlah bank diperluas, jadi tidak terbatas kepada beberapa bank tertentu akibat hanya memiliki kemampuan terbatas dan persyaratan rumit.

Penjelasan 2

Sedangkan untuk skema asuransi pertanian, Otoritas Jasa Keuangan akan ada kerjasama dengan Kementerian Pertanian, BUMN mauun konsorsium perusahaan asuransi. Skema ini dapat diterapkan untuk asuransi usaha pertanian padi. Skema pembayaran premi akan menjadi 80% dibayar pemerintah sebagai subsidi dan sisanya 20% dibayar petani, dengan skema seperti ini maka petani dapat melakukan manajemen resiko. Ada sekitar Rp 150 Miliar dana yang dialokasikan pemerintah untuk mengasuransikan 1 juta hektar lahan padi untuk persiapan jaga-jaga tahun depan. Dengan premi per hektar Rp 180 ribu, Rp 150 ribu dibayar pemerintah sebagai bantuan subsidi kemudian sisanya petani, pertanggungannya per hektar kurang lebih Rp 6 juta sudah termasuk biaya tanam dan perlindungan bagi petani.

Penjelasan 3

Untuk revitalisasi modal ventura diberikan untuk mendukung UMKM khususnya perusahaan bisnis kreatif yang baru bertumbuh atau disebut start up, di mana mereka seringkali mengalami kesulitan pendanaan perbankan. Tidak hanya penyertaan saham maupun pembelian obligasi namun terkandung di dalamnya penyaluran pendanaan produktif seperti penerbitan surat utang perusahan kreatif tersebut. Sehingga akses keuangan pengusaha pemula dan ekonomi kreatif menjadi semakin mudah.

Penjelasan 4

Pembentukan konsorsium berbasis ekspor dan ekonomi kreatif akan dilakukan kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan dengan Kementrian Keuangan, menggabungkan perusahaan penjaminan kredit. Hal ini hampir mirip dengan KUR atau Kredit Usaha Rakyat.

Penjelasan 5

Kebijakan pemberdayaan lembaga pembiayaan ekspor akan dilakukan kerjasama antara OJK dengan pihak Kementrian Keuangan kembali, di mana Kementrian Keuangan akan mengatur berbagai macam program yang melakukan sisi pengawasan aspek keuangan lembaga. Yang ingin dikerjakan adalah mengganti dasar peraturan operasional menjadi selayaknya suatu perusahaan pembiayaan.

Penjelasan 6

Otoritas Jasa Keuangan akan kembali melakukan implementasi one project concept di mana akan dilakukan penilaian kualitas aset bank umum. Setiap bank wajib menetapkan kualitas aset sama untuk pembiayaan debitur baik satu atau lebih bank. Maka harus dilakukan pemisahan arus kas, dapat diatur secara berbeda berdasarkan proyek.