5 Dampak Positif MRT Jakarta

Kam, Okt 1, 2015
MRT Jakarta

Peresmian mesin bor bawah tanah MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta baru saja dilakukan oleh Presiden Jokowi pada 21 September 2015 lalu. Mesin yang melubangi jalan Sudirman itu merupakan tahap awal proyek besar pembangungan MRT Jakarta. Lebih jauh lagi, MRT diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi ibukota. Apa saja dampak positif dari pembangunan MRT Jakarta?

1. Selama masa konstruksi, MRT Jakarta telah menciptakan lapangan kerja untuk 48.000 lowongan pekerjaan.

2. Mobilitas warga Jakarta pun dapat meningkat tajam karena efisiensi waktu. MRT memberikan kontribusi dalam meningkatan kapasitas transportasi publik. Kapasitas angkut MRT untuk rute Lebak Bulus ke Bundaran HI diharapkan mencapai sekitar 412.000 penumpang per hari. Waktu tempuh dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI yang biasanya memakan waktu 1-2 jam dapat dipangkas menjadi 30 menit.

3. MRT jadi solusi bebas macet di Jakarta. Dengan fasilitas transportasi publik yang nyaman, diharapkan warga beralih dari kendaraan pribadi ke MRT. Kemacetan di jalan pun dapat berkurang.

4. MRT Jakarta juga ramah lingkungan. Sebesar 0,7 persen dari total emisi CO2, yaitu sekitar 93.663 ton per tahun akan berkurang.

5. Kualitas hidup warga dan perekonomian kota menjadi lebih baik.

Proyek MRT Jakarta membentang sepanjang 110,8 kilometer yang terdiri dari Koridor Selatan-Utara, yaitu koridor Lebak Bulus menuju Kampung Bandan sepanjang kurang lebih ±23.8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih 87 kilometer.

Sudah tak sabar untuk menggunakan MRT Jakarta? Kita masih harus bersabar, karena pengerjaan fase pertama dari Lebak Bulus- Bundaran HI baru akan selesai dan bisa digunakan pada tahun 2018. (MW)